Oleh:
Otib Satibi Hidayat
Untuk diperhatikan para orang tua siswa:
- Kondisikan anak secara kejiwaan (psikologis) agar selalu tenang, tidak panik, dan tidak menjadikan UASBN sebagai beban
- Yakinkan kepada anak bahwa UASBN adalah hal biasa dan merupakan proses yang mesti dihadapi oleh setiap siswa
- Hindari anak dari aktivitas rutin yang akan menurunkan tingkat kesehatan dan keselamatannya menjelang datangnya waktu UASBN
- Upayakan agar pihak orang tua selalu menciptakan iklim rutinitas kehidupan anak dengan hal-hal yang menyenangkan
- Deteksi pola perilaku anak selama berada di sekolah, agar tidak memiliki konflik dengan teman-temannya
- Bantu anak dalam memecahkan masalah pribadi (musuh di sekolah, takut dengan teman, masa pacaran) dengan cara mengajak berbicara secara terbuka dan demokratis
- Dampingi dan kontrol kualitas belajar mandiri anak selama berada dalam lingkungan rumah
- Tidak memaksanakan anak belajar dengan menambah waktu belajar secara berlebihan/tidak proporsional
- Tidak membentak, memarahi, membandingkan dengan yang lain, merendahkan, dan memojokkan anak yang membuat kepercayaan dirinya menjadi turun
- Ajak anak berbicara empat mata untuk membangkitkan kesadaran dan kedewasaan diri bahwa mempersiapkan diri menghadapi UASBN adalah sama dengan menghadapi/menentukan masa depan dirinya sendiri
- Yakinkan anak bahwa dia akan mampu, dalam menghadapi UASBN tersebut jika ada kesadaran untuk belajar dengan tekun
- Jauhkan dan hidari anak dari masalah konflik perpecahan rumah tangga orang tuanya
- Ajak anak sholat sunnah (Dhuha) dan biasakan berdoa setelah selesai sholat lima waktu memohon doa secara khusus untuk keberhasilannya menghadapi UASBN
- Bantulah anak dengan dukungan ibadah ruhiyah (puasa Senin-Kamis, sholat Dhuha, qiyamullaiy) dari kedua orang tuanya
Semoga Allah membantu kita semua, Aamin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar